Senin, 01 Juni 2009

Pengaruh Pembangunan Jalan Tol Terhadap Lingkungan di Banyumanik


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.
Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Adapun manfaat dari mempelajari teknik komunikasi yaitu agar kita mengetahui cara-cara berkomunikasi yang baik dan sesuai agar nantinya dalam menyampaikan informasi yang akan kita sampaikan tidak terjadi salah paham di antara ke dua belah pihak yang berkomunikasi. Hal ini tentu saja berhubungan dengan mengkampanyekan informasi yang akan kita sampaikan terhadap publik. Karena dalam mengkampanyekan suatu informasi dibutuhkan teknik/cara berkomunikasi yang baik agar penyampaiannyapun dapat dimengerti oleh khalayak ramai.

Kota merupakan hasil cipta dan karya manusia yang cukup rumit sepanjang peradaban. Banyak pemahaman terhadap interaksi yang terjadi antara pembangunan sebuah kota dan kajian yang mendalam terhadap alternative pemecahan masalah dan upaya pencapaian tujuan sebuah kota yang ideal. Seiring dengan perkembangan kota Semarang dari waktu ke waktu, maka pembangunan di kota baru Semarang juga ikut berkembang. Hal ini dapat dibuktikan dengan akan dibangunnya jalan tol Semarang - Solo. Akan tetapi dengan adanya pembangunan ini menimbulkan berbagai masalah khususnya bagi warga masyarakat Tirto Agung kelurahan pedalangan Banyumanik karena melewati wilayahnya. Sebenarnya mereka bukan menolak tol Semarang – Solo tetapi menolak rute yang melewati Tirto Agung dan Klentengsari yang akan di paksakan oleh pemrakarsa proyek. Berbagai hal terkait masalah hukum, lingkungan, sosial kemasyarakatan muncul sebagai kendala utama dalam rencana tol tersebut. Dalam kaitannya dengan aspek lingkungan kendala utama yang menghambat pembangunan jalan tol tersebut antara lain :

  1. Secara geografis, Kecamatan Banyumanik atau Kelurahan Pedalangan adalah pintu masuk Kota Semarang dari arah selatan, sehingga keberadaannya merupakan pintu gerbang bagi Kota Semarang. Selain itu terdapat kecenderungan perkembangan Kota Semarang kearah selatan yang menjangkau kawasan Banyumanik dan sekitarnya.

  2. Bahwa Kecamatan Banyumanik dan Kelurahan Pedalangan mempunyai nilai estetis yang tinggi, yaitu dengan adanya view yang bagus dan ketinggian daerah perbukitan, iklim suhu yang nyaman, dan lokasi-lokasi yang tenang.

  3. Bahwa Kecamatan Banyumanik dan Kelurahan Pedalangan memiliki tingkat produktifitas tanah yang sangat baik sehingga dapat dikembangkan sebagai lahan cadangan konsevasi tanah yang sangat baik dan kegiatan budidaya pertanian, perikanan, peternakan dan berbagai macam kegiatan budidaya yang bersifat alami (memanfaatkan unsur-unsur alam).

  4. Bahwa Kecamatan Banyumanik dan atau Kelurahan Pedalangan memiliki karakteristik geologi yaitu mempunyai kemampuan daya dukung beben yang baik, dalam hal ini untuk mengatasi kelongsoran perbukitan, tetap dibutuhkan adanya penahan air sehingga tidak langsung mengenai permukaan tanah.

  5. Pemekaran dan keberadaaan sekolah Al Azhar Dan Lain-Lain.

  6. Pemekaran Rumah Sakit dan Puskesmas serta Jasa Kesehatan (Apotek, Lab, Dokter Praktek)

  7. Munculnya unit bisnis yang mendorong perekonomian rakyat kecil pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bersifat ramah lingkungan

  8. Lahan pesawahan (lokasi belakang Perumahan GRAHA ESTETIKA yang cukup luas), dimana merupakan lahan garapan petani orang kecil, lahan produktif, lahan penampung air, resapan air serta merupakan asset keseimbangan ekosistem.(jika jalan tol direalisasikan maka ekosistem alam rusak dan jarring-jaring makanan hewan punah)

  9. Fakta dilapangan sekarang kondisi adanya alih fungsi lahan, berubah menjadi perumahan Graha Estetika. Mestinya perubahan tersebut diusut oleh pihak yang berwenang atas pemberian ijin untuk perumahan. Bekas sawah tersebut merupakan limpahan air yang mengalir disekitar Graha Estetika.

Untuk itu kelompok kami bermaksud mengkonservasi Kota Baru Banyumanik dan menjadikan Kota Baru sebagai daya tarik Kota Semarang. Selain itu dalam tugas mata kuliah teknik komunikasi ini kami akan memberikan contoh kasus perencanaan kota baru yang berwawasan lingkungan dalam bentuk film dokumenter. Konsep desain film dokumenter dengan tema “Perencanaan Kota Baru yang Berwawasan Lingkungan” ini akan dibahas lebih lanjut dalam laporan ini.


  1. Tujuan

Ada beberapa tujuan dalam pembuatan tugas “Perencanaan Kota Baru Berwawasan Lingkungan” ini, antara lain :

  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Komunikasi

  2. Untuk pengarahan konsep dasar sebagai data pendukung tugas berikutnya.

  3. Untuk menjelaskan perencanaan kota baru yang berwawasan lingkungan dengan menggunakan media komunikasi yang berupa film dokumenter, poster dan website.

  4. Untuk menambah wawasan/pengetahuan tentang karakteristik kota-kota yang berwawasan lingkungan.


1.3 Sasaran

Adapun sasaran dari pembuatan tugas ini adalah memberikan contoh kasus yang berhubungan dengan tema “Perencanaan Kota Baru yang Berwawasan Lingkungan” bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa planologi, pemerintah, dan masyarakat.


1.4 Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup materi dalam pembuatan laporan ini mencakup:

  • Kondisi fisik kota baru saat ini

  • Langkah kerja pembuatan poster, website, dan film


1.5 Rincian Anggota Kelompok

  • Penanggung jawab pembuatan poster:

Bima Fitriandana (L2D008091)

Grandy Loranessa W (L2D008096)

  • Penanggung jawab pembuatan website

Sigit Pri Hastanto (L2D008117)

Rahadyan Krishnandika (L2D008107)

  • Penanggung pembuatan skenario film

Alifya Arinal Haq (L2D008089)

Catriene Oka Olivia S (L2D008092)

Riska Yunita Y (L2D008109)

Videlia Saragi (L2D008122)




BAB II

KAJIAN TEORI


2.1 Teori Dasar

2.1.1 Teori Dasar Konservasi

Kondisi fisik kota baru Banyumanik saat ini sangat baik. Hal ini dapat kita lihat dari kondisi Kecamatan Banyumanik dan Kelurahan Pedalangan yang memiliki tingkat produktifitas tanah yang sangat baik sehingga dapat dikembangkan sebagai lahan cadangan konservasi tanah yang sangat baik dan kegiatan budidaya pertanian, perikanan, peternakan dan berbagai macam kegiatan budidaya yang bersifat alami (memanfaatkan unsur-unsur alam). Akan tetapi dengan adanya pembangunan jalan tol, maka akan mengganggu stabilitas lingkungan di Banyumanik. Maka diperlukan beberapa solusi untuk mengembalikan citra kota baru, salah satunya yaitu dengan konservasi kota baru.

Konservasi merupakan istilah yang menjadi payung dari semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah dirumuskan dalam piagam PURBA tahun 1981. Dalam piagam ini konservasi diartikan sebagai segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik. Konservasi dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan dan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat serta dapat pula mencakup Preservasi, Restorasi, Rekontruksi, Adaptasi, dan Revitalisasi.

Upaya konservasi tidak terlepas dari perlindungan dan penataan serta tujuan perencanaan kota yang bukan hanya secara fisik saja, tetapi juga stabilitas penduduk dan gaya hidup yang serasi, yakni pencegahan perubahan sosial.

Dalam pelaksanaan atau penjabaran suatu konsep konservasi perlu ditentukan sejumlah tolak ukur (kriteria), tetapi terlebih dahulu harus ada dasar yang kokoh untuk mengetahui bagian mana dari kota dan bangunan apa yang perlu dilestarikan. Kriteria tersebut adalah :

  1. Estetika

  2. Kejamakan

  3. Kelangkaan

  4. Memperkuat kawasan di dekatnya

  5. Keistimewaan

Walaupun telah ada kriteria yang telah ditetapkan secara umum tetapi masih memerlukan kesepakatan dari pihak pemilik, ahli-ahli dan pemerintah dalam upaya mengkonservasikan suatu wilayah atau bangunan.

Prinsip-prinsip Konservasi

  • Konservasi didasari atas penghargaan terhadap keadaan semula dari suatu tempat dan sesedikit mungkin melakukan intervensi fisik bangunannya.

  • Maksud dari konservasi adalah untuk menjamin keamanan dan pemeliharaan dimasa mendatang dan juga untuk menangkap kembali makna kultural dari suatu tempat.

  • Konservasi menjaga terpeliharanya latar visual yang cocok seperti bentuk, skala, warna, tekstur, dan bahan bangunan. Setiap perubahan yang akan berakibat negatif terhadap latar visual tersebut harus dicegah.


2.1.2 Teori Dasar Poster

Poster adalah salah satu media komunikasi visual berbentuk dua dimensi yang bertujuan menyampaikan suatu keinginan, mengumumkan sesuatu, agar diketahui masyarakat dan mengingatkan mereka tentang hal-hal yang dianggap penting. Sebagai media komunikasi visual, maka keberadaan poster menjadi media yang sangat efektif, artinya poster bisa membawa masyarakat untuk berkomunikasi dengan cara timbal balik, selanjutnya mengadakan suatu tindakan atas pengaruh komunikasi tersebut.


2.1.3 Teori Dasar Website

Internet adalah jaringan global yang terbentuk dari jaringan computer di seluruh dunia yang saling terhubung dan dapat saling berkomunikasi (Nurini : 2007). Internet bermanfaat untuk mencari, menyampaikan informasi dan berkomunikasi. Salah satu elemen dari internet adalah website. Website itu sendiri adalah sebuah tempat di internet yang siapa saja di dunia ini dapat mengunjunginya (Nurini:2007). Website itu sendiri bertujuan sebagai media pendidikan, komersil, informasi dan lain – lain. Salah satu cara untuk menarik pengunjung ke dalam suatu website adalah dengan pembuatan website yang ideal. Syarat membuat website yang ideal antara lain (Nurini : 2007):

  1. Memiliki navigasi yang mudah.

  2. Memuat topik yang berkualitas.

  3. Tampilan desain yang menarik.

  4. Memiliki tampilan grafis yang bagus.

  5. Up to date.

Untuk meng-upload sebuah web ke dalam internet sehingga dapat dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia maka dibutuhkan web hosting.(Nurini:2007) Untuk meminimalisasi biaya untuk upload sebuah web, dapat digunakan free web hosting.


2.1.4 Teori Dasar Film

Film merupakan sarana seseorang untuk bisa keluar sementara dari kehidupan nyata. Film adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film secara kolektif, sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figure palsu) dengan kamera .


2.2 Media Peralatan dan Software yang Dibutuhkan

2.2.1 Media Peralatan

  • Transportasi

Transportasi yang digunakan dalam menuju lokasi pengambilan gambar adalah sepeda motor.

  • Digital Camera

    Dalam pengambilan gambar untuk bahan pembuatan film dokumenter, menggunakan kamera digital.

  • Handycam

Handycam digunakan untuk pengambilan gambar bergerak.

  • Komputer dan printer

Komputer/laptop sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan tugas ini, mulai dari pembuatan laporan skenario, membuat poster, website serta pembuatan film. Printer digunakan dalam pengeprint-an laporan skenario dan juga poster.


2.2.2 Software

  • Ms. Word

Program ini digunakan untuk mengolah data yang digunakan untuk membuat laporan skenario.

  • Ulead atau windows movie maker

Ulead atau windows movie maker adalah salah satu program yang digunakan untuk pembuatan dan pengeditan film.

  • Corel Draw dan Photoscape

Program ini digunakan untuk pembuatan poster.




BAB III

KONSEP DESIGN


3.1 Rancangan Desain Poster

Dalam pembuatan poster ini, kami akan lebih menonjolkan gambar yang berwawasan lingkungan. Poster ini bertujuan untuk mengajak semua kalangan, baik itu pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Kota baru khususnya Banyumanik sebagai identitas Kota Semarang. Dalam hal ini pemerintah mempunyai peranan penting dalam mengambil setiap kebijakan, disamping dukungan masyarakat juga demi terciptanya tujuan dari kebijakan tersebut. Adapun alasan-alasan kami memilih gambar dan huruf yang ada di rancangan poster karena

  1. Kami memilih background hutan karena sesuai dengan tempat survey kami yaitu kecamatan Banyumanik yang dulunya berupa kawasan hutan.

  2. Kami memilih gambar pengerukan tanah karena sesuai dengan tema laporan yang kita kerjakan yaitu pembuatan jalan tol dimana , salah satu langkah dalam pembuatan jalan tol yaitu pengerukan tanah dalam pembuatan pondasi.

  3. Kami memilih gambar berupa kerusakan tanah karena pembangunan jalan tol dapat mengganggu ekologi lingkungan. Contohnya yaitu hancurnya struktur tanah yang nantinya dapat mengakibatkan bencana alam/ erosi.

  4. Kami memilih gambar jalan tol karena dengan dibangunnya jalan tol otomatis dapat mempermudah dan memperlancar jalur transportasi di kota tersebut. Dari segi estetikanya lingkungan sekitar jalan tol menjadi lebih indah.

  5. Kami memilih panah dengan warna putih karena menurut kami lebih sesuai dengan proporsi warna yang lain.

  6. Kami menulis kata “sisi negatif “ dan “sisi positif” karena dalam pembuatan jalan tol pasti ada sisi negatif dan positifnya baik dari segi teknis maupun non teknis.

  7. Kami memilih warna merah karena merah melambangkan suatu peringatan, warna kuning karena menurut kami sesuai dengan proporsi yang ada, dan warna hijau karena lebih sesuai dengan proporsi warna background.



3.2 Rancangan Design Website

Nama website kami adalah www.kelompokbanyumanik.blogspot.com. Salah satu bentuk kampanye publik adalah dengan menggunakan media internet (website). Adapun isi dari website yang akan kami buat adalah berupa :

  • Menampilkan artikel-artikel tentang pembangunan jalan tol dan fasilitas-fasilitas umum yang ada di Banyumanik yang disertai dengan foto-foto.

  • Pemuatan motion picture berupa film dokumenter yang berisikan tentang isu pembangunan jalan tol di Banyumanik yang ditentang oleh warga sekitar.

  • Desain poster dari kelompok 1 mengenai sisi positif dan sisi negatif dari pengerukan tanah dalam pembangunan jalan tol.

  • Galeri yang memuat berbagai foto survey fasilitas umum dan daerah-daerah yang akan dibangun jalan tol di Banyumanik.

  • Link-link ke dinas yang terkait dengan upaya pembangunan jalan tol.

  • Profil dan foto-foto anggota kelompok 1.


3.3 Rancangan Skenario Film

      1. Bentuk Skenario

Bentuk skenario dari film ini adalah non-naratif, dengan menampilkan rangkaian gambar dari awal hingga akhir.

      1. Genre

Genre dari film ini adalah dokumenter.

      1. Penulisan Naskah

  1. Menentukan target pemirsa dan tujuan dari cerita

Pembuatan film ini bertujuan untuk untuk menyampaikan kepada penonton bahwa pengaruh pembangunan jalan tol dapat berdampak pada stabilitas lingkungan di Banyumanik. Sehingga diharapkan penonton dapat mengetahui dan memahami kondisi yang terjadi di Banyumanik. Adapun target dari film ini adalah masyarakat dan pemerintah.

  1. Merumuskan tema dan ide pokok

Tema dari film kami adalah pengaruh pembangunan jalan tol terhadap lingkungan di Banyumanik. Adapun ide pokok dari film kami adalah memberi gambaran kepada masyarakat dalam memperkenalkan Banyumanik sebagai kota baru.


      1. Pembuatan Skenario

OPENING

Pembukaan disertai dengan musik, animasi foto, dan permainan huruf dari judul


ISI

Episode 1

  • Scene 1

Jalan lintas darat yang terdapat di Banyumanik yang menghubungkan daerah kabupaten Semarang dengan kota Semarang. Tempat ini adalah tempat yang sangat strategis, karena merupakan jalan utama perlintasan darat dari kabupaten Semarang ke kota Semarang. Perlintasan ini selalu dilewati berbagai kendaraan, baik umum ataupun pribadi.

  • Scene 2

Central pembelanjaan yang terdapat di Banyumanik. Central pembelanjaan ini adalah salah satu syarat dalam pembentukan suatu kota. Dengan tempat yang strategis dan sangat memperhatikan faktor lingkugan dalam pembuatan dan letakannya.

  • Scene 3

Selanjutnya komponen kedua yang juga penting dalam pembentukan suatu kota adalah sektor industri,salah satunya adalah jamu jago yang kira – kira tidak begitu jauh dari central pembelanjaan.

  • Scene 4

Kemudian aspek penting lainnya adalah adanya restoran yang dimana komponen ini faktor pendukung daerah tersebut.



Episode 2

  • Scene 1

Isu dan permasalahan yang terjadi di Banyumanik berkaitan dengan masalah lingkungan misalnya pembangunan perumahan, jalan tol yang mengganggu stabilitas lingkungan dan merusak ekosistem yang ada. Seperti pada kasus Warga Tirto Agung Kelurahan Pedalangan Banyumanik Semarang yang mengadakan perlawanan kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah berkaitan dengan penetapan rute tol Semarang-Solo yang melewati Wilayahnya. Berbagai hal terkait masalah hukum, lingkungan, sosial kemasyarakatan sebagai kendala utama dalam rencana tol tersebut. Se jabenarnya bukan menolak tol Semarang-Solo tetapi menolak rute yang melewati Tirto Agung dan Klentengsari yang akan dipaksakan oleh pemrakarsa proyek.

  • Scene 2

Lahan ini dulunya adalah lahan hijau, akan tetapi setelah proyek pembangunan jalan tol dilakukan keadaannya menjadi seperti ini. Ini sangat merusak lingkungan. Membuat kondisi ekosistem tidak stabil dan mungkin juga akan dapat membahayakan daerah sekitar. Adapun solusi yang dapat kami berikan untuk menyelesaikan masalah jalan tol yaitu:

  1. Tidak dibangun jalan tol karena dapat merusak lingkungan sekitar

  2. Apabila membuat proyek jalan tol seharusnya mengedepankan sektor lingkungan dari pada hanya membangun dan membangun saja.

Menurut kami seandainya kota Banyumanik yang akan mengedepankan aspek lingkungan, maka secara otomatis kota tersebut akan menjadi gambar di atas yang bersih dan rapi pada 20 tahun yang akan datang.

CLOSING

Memunculkan animasi foto dan musik.



BAB IV

PENUTUP


Kota baru merupakan sebuah kota yang ada di Semarang yang memiliki kawasan lingkungan yang cukup baik. Namun kondisi fisik kota baru saat ini sangat memprihatinkan. Hal ini terjadi karena adanya pembangunan jalan tol yang akan merusak kawasan perumahan. Sehingga usaha untuk mangkonservasi kota baru sangat dibutuhkan untuk mengembalikan citra kota baru dan Semarang pada umumnya. Untuk mengembalikan citra kota baru saat ini diperlukan partisipasi semua orang. Maka dalam penyebaran informasi kota baru diperlukan berbagai media seperti poster, film, dan website agar penyampaian informasi lebih cepat dan komunikatif.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar